Makassar — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) sukses menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Kamis dan Jumat, 6–7 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, memadukan pertemuan tatap muka dan daring melalui Zoom Meeting, menjadi tonggak penting dalam upaya FEB untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya transformasi digital serta perubahan kebutuhan dunia kerja.
Lokakarya ini menaungi tiga program studi di lingkup FEB UKI Paulus, yaitu Program Studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan Akuntansi Perpajakan (Vokasi). Ketiganya secara paralel melakukan rekonstruksi kurikulum agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL), tuntutan akreditasi nasional, serta kebutuhan riil pengguna lulusan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa peninjauan kurikulum merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen universitas untuk menjaga mutu pendidikan dan relevansinya dengan perkembangan zaman.
Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan wawasan dari sejumlah narasumber. Prof. Dr. Hendriko, S.T., M.Eng. dari Majelis Akreditasi BAN-PT membawakan materi tentang kebijakan nasional akreditasi perguruan tinggi, sementara Dr. Since Erna Lamba, S.P., M.P. dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memaparkan peran alumni pascasarjana UKI Paulus di Sulawesi Selatan. Materi mengenai kurikulum OBE disampaikan langsung oleh Wakil Rektor I UKI Paulus, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T.
Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan sesi paralel untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan. Setiap program studi menggelar forum bersama pengguna lulusan dan alumni untuk memastikan kurikulum yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Pada hari kedua, proses rekonstruksi kurikulum berlangsung dalam ruang-ruang diskusi terpisah dengan pendampingan fasilitator ahli, di antaranya Dr. Lidia Sandra, S.Kom., S.Psi., M.Comp.Eng.Sc. dan Dr. Teodora Winda Mulia, S.E., M.Si., Ak., CA., CPA. Rangkaian lokakarya ditutup dengan sidang pleno untuk menetapkan kurikulum bagi ketiga program studi.
Komitmen Mutu dari Pimpinan Fakultas
Dekan FEB UKI Paulus, Dr. Manuel A. Todingbua, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum ini merupakan wujud nyata komitmen fakultas terhadap mutu dan relevansi kurikulum.
"Peninjauan kurikulum OBE ini merupakan wujud komitmen FEB UKI Paulus untuk memastikan setiap lulusan kami memiliki capaian pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tuntutan zaman. Kami tidak sekadar menyusun kurikulum di atas kertas, tetapi juga merancang pengalaman belajar yang benar-benar berdampak bagi mahasiswa," ujar Dr. Manuel.
Senada dengan itu, Wakil Dekan I FEB UKI Paulus, Arnold Sau, S.E., M.Ak., Ak., ACPA, menyoroti pentingnya keselarasan setiap komponen kurikulum dalam pendekatan OBE.
"Melalui pendekatan Outcome-Based Education, kami memastikan keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, hingga metode asesmen benar-benar terjaga. Masukan dari pengguna lulusan dan alumni menjadi fondasi penting agar kurikulum kami adaptif dan sesuai dengan standar akreditasi nasional," jelas Arnold Sau.
Suara dari Tiga Program Studi
Ketua Program Studi S1 Manajemen, Eben Haezer Basran Patandean, S.M., M.M., menekankan orientasi kurikulum Manajemen pada kepemimpinan dan kewirausahaan di era digital.
"Prodi Manajemen merekonstruksi kurikulum agar lulusan tidak hanya menguasai teori manajemen, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan, bisnis korporat, kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi di era digital. Kolaborasi dengan pengguna lulusan memberi kami arah yang jelas tentang kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini," tuturnya.
Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Frischa Faradilla Mongan, S.E., M.M., menyoroti perpaduan antara kompetensi teknis, penguasaan teknologi, dan integritas profesional.
"Kurikulum OBE Prodi Akuntansi kami arahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis sekaligus berintegritas. Kami memperkuat penguasaan teknologi informasi akuntansi dan penalaran etis, sejalan dengan capaian pembelajaran yang terukur serta kebutuhan profesi akuntan yang terus berkembang," ungkap Frischa.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi Perpajakan, Yohanis Tasik Allo, S.E., M.M., menegaskan karakter vokasi yang aplikatif dan siap kerja.
"Sebagai program vokasi, Akuntansi Perpajakan menekankan kurikulum yang aplikatif dan berbasis praktik. Kami merancang capaian pembelajaran agar lulusan siap kerja dengan kompetensi perpajakan yang mutakhir dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," katanya.
Menuju Lulusan Berdaya Saing Global
Melalui lokakarya ini, FEB UKI Paulus menegaskan arah pengembangan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar mutu dan akreditasi, tetapi juga berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. Dengan kurikulum berbasis OBE yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, FEB UKI Paulus optimistis dapat melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Lokakarya ini menaungi tiga program studi di lingkup FEB UKI Paulus, yaitu Program Studi S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan Akuntansi Perpajakan (Vokasi). Ketiganya secara paralel melakukan rekonstruksi kurikulum agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL), tuntutan akreditasi nasional, serta kebutuhan riil pengguna lulusan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H. Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa peninjauan kurikulum merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen universitas untuk menjaga mutu pendidikan dan relevansinya dengan perkembangan zaman.
Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan wawasan dari sejumlah narasumber. Prof. Dr. Hendriko, S.T., M.Eng. dari Majelis Akreditasi BAN-PT membawakan materi tentang kebijakan nasional akreditasi perguruan tinggi, sementara Dr. Since Erna Lamba, S.P., M.P. dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memaparkan peran alumni pascasarjana UKI Paulus di Sulawesi Selatan. Materi mengenai kurikulum OBE disampaikan langsung oleh Wakil Rektor I UKI Paulus, Prof. Dr. Ir. Yoel Pasae, S.T., M.T.
Rangkaian hari pertama dilanjutkan dengan sesi paralel untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan. Setiap program studi menggelar forum bersama pengguna lulusan dan alumni untuk memastikan kurikulum yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Pada hari kedua, proses rekonstruksi kurikulum berlangsung dalam ruang-ruang diskusi terpisah dengan pendampingan fasilitator ahli, di antaranya Dr. Lidia Sandra, S.Kom., S.Psi., M.Comp.Eng.Sc. dan Dr. Teodora Winda Mulia, S.E., M.Si., Ak., CA., CPA. Rangkaian lokakarya ditutup dengan sidang pleno untuk menetapkan kurikulum bagi ketiga program studi.
Komitmen Mutu dari Pimpinan Fakultas
Dekan FEB UKI Paulus, Dr. Manuel A. Todingbua, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum ini merupakan wujud nyata komitmen fakultas terhadap mutu dan relevansi kurikulum.
"Peninjauan kurikulum OBE ini merupakan wujud komitmen FEB UKI Paulus untuk memastikan setiap lulusan kami memiliki capaian pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan tuntutan zaman. Kami tidak sekadar menyusun kurikulum di atas kertas, tetapi juga merancang pengalaman belajar yang benar-benar berdampak bagi mahasiswa," ujar Dr. Manuel.
Senada dengan itu, Wakil Dekan I FEB UKI Paulus, Arnold Sau, S.E., M.Ak., Ak., ACPA, menyoroti pentingnya keselarasan setiap komponen kurikulum dalam pendekatan OBE.
"Melalui pendekatan Outcome-Based Education, kami memastikan keselarasan antara profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, hingga metode asesmen benar-benar terjaga. Masukan dari pengguna lulusan dan alumni menjadi fondasi penting agar kurikulum kami adaptif dan sesuai dengan standar akreditasi nasional," jelas Arnold Sau.
Suara dari Tiga Program Studi
Ketua Program Studi S1 Manajemen, Eben Haezer Basran Patandean, S.M., M.M., menekankan orientasi kurikulum Manajemen pada kepemimpinan dan kewirausahaan di era digital.
"Prodi Manajemen merekonstruksi kurikulum agar lulusan tidak hanya menguasai teori manajemen, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan, bisnis korporat, kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi di era digital. Kolaborasi dengan pengguna lulusan memberi kami arah yang jelas tentang kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini," tuturnya.
Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Frischa Faradilla Mongan, S.E., M.M., menyoroti perpaduan antara kompetensi teknis, penguasaan teknologi, dan integritas profesional.
"Kurikulum OBE Prodi Akuntansi kami arahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis sekaligus berintegritas. Kami memperkuat penguasaan teknologi informasi akuntansi dan penalaran etis, sejalan dengan capaian pembelajaran yang terukur serta kebutuhan profesi akuntan yang terus berkembang," ungkap Frischa.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi Perpajakan, Yohanis Tasik Allo, S.E., M.M., menegaskan karakter vokasi yang aplikatif dan siap kerja.
"Sebagai program vokasi, Akuntansi Perpajakan menekankan kurikulum yang aplikatif dan berbasis praktik. Kami merancang capaian pembelajaran agar lulusan siap kerja dengan kompetensi perpajakan yang mutakhir dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," katanya.
Menuju Lulusan Berdaya Saing Global
Melalui lokakarya ini, FEB UKI Paulus menegaskan arah pengembangan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar mutu dan akreditasi, tetapi juga berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. Dengan kurikulum berbasis OBE yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, FEB UKI Paulus optimistis dapat melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.